
Bantul – Suasana ceria terlihat di area tempat wudhu Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Bantul. Puluhan siswa berkumpul bukan untuk bermain air, melainkan untuk mengikuti praktik wudhu dalam mata pelajaran Fikih Ibadah yang diampu oleh Bapak Ahmad Agus Salim.
Kegiatan ini bertujuan agar para siswa tidak hanya memahami teori mengenai thaharah (bersuci) dari buku teks, tetapi juga mampu mempraktikkannya dengan benar dan tertib sesuai syariat.
Menurut Ahmad Agus Salim, praktik langsung sangat krusial dalam pembelajaran Fikih, terutama bagi siswa sekolah dasar. Beliau menekankan bahwa ketepatan gerakan dan urutan wudhu akan sangat memengaruhi sah atau tidaknya ibadah salat seorang muslim.
“Anak-anak seringkali hafal urutannya, tapi secara praktik terkadang ada bagian yang belum terbasuh dengan sempurna, seperti tumit atau siku. Melalui praktik ini, kami mengoreksi langsung hal-hal detail tersebut,” ujar Pak Ahmad di sela-sela kegiatannya.
Para siswa tampak antusias mengikuti instruksi. Mereka saling mengamati dan belajar dari koreksi yang diberikan guru kepada teman-temannya. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya kebersihan dan kesucian diri tertanam sejak dini dalam jiwa para siswa MIN 3 Bantul.
Pihak sekolah berharap kegiatan praktik seperti ini dapat dilakukan secara rutin untuk materi ibadah lainnya, guna mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga disiplin dalam menjalankan ibadah harian. (Agassa)




