Pembelajaran interaktif ini dirancang khusus untuk melatih keberanian dan kemampuan komunikasi dasar siswa menggunakan bahasa Arab sejak usia dini. Melalui metode bermain peran (role play), para siswa diajak untuk saling berkenalan di depan kelas secara bergantian menggunakan kalimat sederhana, seperti “Ismi…” (nama saya…) dan “Ana min…” (saya dari…).
Khoirul Inayah, M. Pd., menyampaikan bahwa pengenalan bahasa asing sejak dini merupakan langkah strategis dalam menanamkan global mindset (pola pikir global) kepada peserta didik.
“Anak-anak usia dini memiliki daya serap bahasa yang sangat tinggi. Dengan mengenalkan bahasa Arab tidak hanya sebagai mata pelajaran, tetapi sebagai alat komunikasi sehari-hari, kita sedang membuka jendela dunia bagi mereka agar kelak tumbuh menjadi generasi yang berpola pikir global, percaya diri, dan memiliki daya saing internasional,” ungkapnya.
Suasana kelas terasa hidup dan menyenangkan. Gelak tawa dan tepuk tangan meriah kerap terdengar saat siswa mencoba mengekspresikan diri menggunakan kosakata baru yang diajarkan. Pendekatan belajar yang menyenangkan (fun learning) ini terbukti efektif menghilangkan kecemasan siswa dalam mempelajari bahasa baru.
Pihak madrasah berharap, pembiasaan Muhadatsah ini dapat menjadi fondasi kuat bagi peserta didik MIN 3 Bantul dalam menguasai bahasa internasional, sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman melalui penguasaan bahasa Al-Qur’an sejak bangku madrasah ibtidaiyah. (Agassa)