Bantul (MIN 3 Bantul) — Suasana ruang kelas 5B MIN 3 Bantul mendadak riuh dengan tawa dan tepuk tangan siswa pada sela-sela jam pelajaran. Untuk mengatasi rasa jenuh dan mengembalikan fokus belajar murid, guru kelas 5B, Fitaria Dewi Pratiwi, S.Pd., berinisiatif menggelar sesi ice breaking interaktif di tengah kegiatan belajar mengajar (KBM).

Aktivitas ini dilakukan saat konsentrasi siswa mulai menurun akibat padatnya materi pembelajaran. Melalui berbagai variasi gerakan motorik ringan, permainan melatih konsentrasi, serta yel-yel penyemangat, seluruh siswa diajak berdiri sejenak dan bergerak bersama.

Fitaria Dewi Pratiwi menuturkan bahwa metode selingan ini sangat penting diterapkan, terutama pada jam-jam rawan kantuk.

“Daya konsentrasi anak usia madrasah ibtidaiyah memiliki rentang waktu tertentu. Ketika materi cukup padat, mereka rentan bosan dan kehilangan fokus. Lewat ice breaking yang singkat dan menyenangkan, sirkulasi gerak kembali aktif, pikiran menjadi segar, dan mereka siap menerima materi berikutnya dengan antusias,” ungkap Fitaria di sela kegiatannya.

Para siswa kelas 5B menyambut antusias kegiatan tersebut. Raut wajah yang semula tampak lelah berubah menjadi ceria dan penuh tawa. Setelah sesi permainan singkat berakhir, ketenangan dan fokus belajar kembali terbangun secara alami tanpa paksaan.

Kepala MIN 3 Bantul turut mengapresiasi kreativitas guru dalam mengelola dinamika kelas. Penggunaan metode pembelajaran yang adaptif dan menyenangkan diharapkan terus diterapkan oleh seluruh tenaga pendidik di lingkungan madrasah guna menciptakan suasana belajar yang ramah anak, interaktif, dan efektif. (Agassa)