
Bantul – Pelaksanaan Gladi Bersih Tes Kemampuan Akademik (TKA) Berbasis Komputer di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Bantul berjalan dengan lancar dan kondusif. Keberhasilan teknis ini tidak lepas dari peran sentral dan dedikasi seorang Proktor, Fitaria Dewi Pratiwi, S. Kom., S. Pd., yang mengawal seluruh proses digitalisasi ujian dari tahap persiapan hingga penyelesaian.
Persiapan Matang dan Pengelolaan Sistem
Sebagai tenaga ahli yang memiliki latar belakang ganda di bidang Komputer dan Pendidikan, Fitaria menunjukkan profesionalitas tinggi dalam melakukan setting perangkat keras maupun lunak. Tugas proktor dalam ujian berbasis komputer bukanlah perkara mudah; mencakup sinkronisasi data server, pemeliharaan jaringan lokal (LAN), hingga memastikan setiap unit komputer siswa siap digunakan tanpa kendala teknis.
“Fokus utama kami adalah meminimalisir kendala teknis agar siswa dapat berkonsentrasi penuh pada pengerjaan soal, bukan pada kendala aplikasi,” ujar Fitaria di sela-sela kegiatannya.
Keandalan dalam Menghadapi Tantangan
Selama pelaksanaan TKA, Fitaria bertanggung jawab penuh dalam mengelola token ujian, memantau status pengerjaan siswa secara real-time, dan sigap melakukan langkah mitigasi jika terjadi gangguan koneksi. Kombinasi gelar S.Kom dan S.Pd yang disandangnya memberikan nilai tambah, di mana ia tidak hanya paham sisi teknis informatika, tetapi juga memahami psikologi dan kebutuhan administratif dunia pendidikan.
Komitmen MIN 3 Bantul dalam Digitalisasi:
-
Akurasi Data: Memastikan integritas data jawaban siswa tersimpan dengan aman di server pusat.
-
Efisiensi Waktu: Proses distribusi soal yang instan melalui sistem berbasis komputer.
-
Transparansi: Hasil evaluasi yang lebih cepat dan terukur.
Apresiasi Madrasah
Pihak madrasah memberikan apresiasi tinggi atas kinerja tim teknis. Profesionalitas proktor dinilai sebagai fondasi utama dalam mewujudkan madrasah yang melek teknologi dan siap menghadapi tantangan pendidikan di era digital. Dengan pengelolaan yang tertib dan sistematis, MIN 3 Bantul membuktikan diri mampu menyelenggarakan asesmen standar nasional dengan kualitas yang terjaga. (Agassa)




