
Bantul (MIN 3 Bantul) — Sebagai upaya menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus memperdalam pemahaman keagamaan secara kontekstual, siswa Fase C (kelas 5 dan 6) MIN 3 Bantul melaksanakan kegiatan kokurikuler interdisipliner berupa pembuatan alat penyaringan air sederhana, bertempat di lingkungan madrasah.
Kegiatan ini memadukan konsep sains pelestarian lingkungan dengan mata pelajaran Fikih, khususnya materi mengenai jenis-jenis air serta fungsinya dalam pelaksanaan ibadah thaharah (bersuci).
Dalam praktiknya, para siswa memanfaatkan berbagai bahan bekas dan material alami sekitar, seperti botol plastik bekas, tisu/kapas, kain kasa, pasir halus, kerikil atau batu kecil, dan arang. Botol plastik dipotong dan disusun berlapis mulai dari kain kasa dan tisu di bagian bawah, dilanjutkan pasir, arang, hingga batu di bagian atas. Siswa kemudian menuangkan air keruh untuk mengamati proses filtrasi secara langsung hingga menghasilkan air yang lebih jernih.
Koordinator kegiatan menyampaikan bahwa kegiatan kokurikuler ini bertujuan melatih keterampilan berpikir kritis (critical thinking) dan kolaborasi antarpeserta didik. Tidak hanya berhenti pada uji coba ilmiah penjernihan air, siswa juga diajak merefleksikan hasil praktik dengan konsep hukum air dalam fikih Islam.
“Melalui kegiatan ini, anak-anak belajar bahwa tidak semua air bersih otomatis bisa digunakan untuk berwudhu atau bersuci. Siswa diajarkan membedakan mana air mutlak (suci dan menyucikan), air suci tetapi tidak menyucikan (musta’mal), hingga air mutanajjis (terkena najis). Dengan begitu, ilmu sains yang didapat langsung terhubung dengan pengamalan ibadah harian mereka,” ungkap guru pembimbing.
Para siswa tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Mereka belajar bekerja sama merakit lapisan saringan, mencatat perubahan kejernihan air, dan mendiskusikan kelayakan air hasil filtrasi menurut sains dan kaidah fikih.
Melalui program kokurikuler terpadu ini, MIN 3 Bantul terus berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang aplikatif, bermakna, serta mengakar kuat pada nilai-nilai keislaman dan kelestarian lingkungan. (Agassa)




