
Bantul (MIN 3 Bantul) — Suasana ruang kelas 3B Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Bantul tampak lebih hidup dan penuh keceriaan. Untuk mengatasi rasa jenuh dan lesu yang kerap melanda peserta didik di tengah jam pelajaran, Sutinah, guru kelas 3B, menerapkan inovasi kreatif berupa “Tepuk Motivasi dan Semangat.”
Aktivitas selingan (ice breaking) ini dirancang sederhana namun ritmis dan sarat pesan afirmatif. Di sela-sela perpindahan materi atau saat konsentrasi siswa mulai menurun, Sutinah mengajak seluruh siswa berdiri dan mempraktikkan tepukan berirama yang dipadukan dengan seruan kata-kata positif, seperti ungkapan rasa percaya diri, kesiapan belajar, dan semangat pantang menyerah.
Sutinah menjelaskan bahwa menjaga fokus anak usia sekolah dasar, khususnya kelas 3, membutuhkan pendekatan yang dinamis dan menyenangkan. Durasi belajar yang cukup panjang kerap membuat energi anak menurun drastis jika hanya diisi dengan metode ceramah atau latihan tertulis terus-menerus.
“Anak-anak kelas 3 berada dalam fase transisi di mana daya konsentrasi mereka masih terbatas. Lewat tepuk motivasi ini, motorik mereka bergerak, aliran darah kembali lancar, dan pikiran kembali segar tanpa menyita banyak waktu pelajaran,” ungkap Sutinah.
Inovasi sederhana ini terbukti memberi dampak nyata di dalam kelas. Para siswa yang awalnya terlihat mengantuk atau kurang bersemangat langsung tersenyum dan kembali fokus menyimak penjelasan guru setelah melakukan gerakan tepuk bersama.
Kepala MIN 3 Bantul menyambut baik inisiatif tersebut. Menurutnya, kreativitas guru dalam mengelola dinamika kelas merupakan kunci terciptanya pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, dan menyenangkan (PAIKEM). Diharapkan, praktik baik semacam ini terus berkembang dan dapat diadaptasi oleh pendidik lainnya guna mewujudkan madrasah yang ramah anak dan berprestasi. (Agassa)




