
Bantul (MIN 3 Bantul). Menjelang puncak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026, tiga siswi anggota ekstrakurikuler Muhadlarah menggelar agenda gladi kotor pemandu acara (Master of Ceremony atau MC). Ketiga siswi tersebut adalah Najwa, Maryam, dan Aufklarung. Simulasi intensif ini berlangsung di panggung utama sekolah guna memastikan kesiapan jalannya rangkaian acara akbar Gelar Karya, Pentas Seni, serta Market Day.
Gladi kotor ini mencakup pelatihan artikulasi suara, intonasi, pengelolaan durasi pergantian sesi, hingga kesiapan menghadapi alur agenda yang dinamis. Kolaborasi tiga agenda sekaligus menuntut para pemandu acara memiliki konsentrasi tinggi agar suasana pentas seni dan keramaian stan bazar tetap berjalan tertib dan semarak.
Guru pembina ekstrakurikuler Muhadlarah, Ahmad Agus Salim, memantau langsung jalannya latihan dari awal hingga akhir. Ia memberikan evaluasi detail terhadap kesiapan vokal, gestur panggung, dan koordinasi antarpandu acara.
“Latihan ini penting untuk melatih kepercayaan diri, ketepatan vokal, serta chemistry di antara Najwa, Maryam, dan Aufklarung. Memandu acara yang menggabungkan gelar karya dan pasar rakyat memerlukan kemampuan komunikasi yang lincah sekaligus luwes,” ujar Ahmad Agus Salim di sela kegiatan evaluasi.
Dengan digelarnya gladi kotor ini, ketiga siswi diharapkan tampil prima dan mampu membawakan seluruh susunan acara dengan lancar saat peringatan Hari Santri Nasional 2026 resmi berlangsung. (Agassa)




