
Bantul (MIN 3 Bantul) — Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Bantul menggelar sosialisasi kegiatan kokurikuler untuk peserta didik Fase B pada Selasa (20/10/2026). Kegiatan yang bertempat di lingkungan madrasah ini mengusung tema inovatif, yakni “Pemanfaatan Barang Bekas dan Limbah Anorganik dalam Kreasi Wayang Tradisional”, sebagai implementasi pembelajaran kontekstual berbasis lingkungan dan kearifan lokal.
Sosialisasi ini dirancang untuk memberikan pemahaman awal, kerangka kerja proyek, serta orientasi teknis bagi peserta didik kelas III dan IV sebelum memasuki tahapan eksplorasi dan perakitan karya. Melalui integrasi konsep ecogreen dan seni pedalangan, program ini diarahkan untuk menumbuhkan kesadaran ekologis sekaligus mengenalkan nilai-nilai luhur budaya nusantara sejak dini.
Koordinator Kokurikuler Fase B MIN 3 Bantul, Siti Yatimah, dalam paparannya menegaskan bahwa pemilihan tema ini merupakan langkah konkret madrasah dalam mentransformasikan limbah rumah tangga dan material bekas menjadi media belajar yang edukatif dan bernilai estetis tinggi.
“Proyek ini dirancang tidak sekadar sebagai aktivitas seni visual biasa, melainkan pendekatan multidisipliner yang melatih daya nalar kritis, kepekaan ekologis, dan kreativitas motorik peserta didik. Dengan mendaur ulang kardus, plastik, tutup botol, serta bahan nirpakai lainnya menjadi figur wayang, anak-anak belajar memahami siklus material sekaligus mengapresiasi warisan budaya bangsa,” tutur Siti Yatimah di sela-sela pemaparan materi
Antusiasme peserta didik tampak mengemuka sepanjang sesi sosialisasi. Anak-anak aktif mengajukan pertanyaan terkait pemilihan karakter tokoh wayang, sketsa pola, hingga teknik pemilahan jenis sampah yang aman dan higienis untuk digunakan. Respons partisipatif ini menunjukkan tingginya minat belajar berbasis proyek (project-based learning) yang memberi ruang kreasi langsung kepada murid.
Rangkaian kokurikuler ini dijadwalkan berlangsung dalam beberapa pekan ke depan melalui tahapan perencanaan desain, pengumpulan bahan terpilah, eksekusi pembuatan wayang, hingga puncaknya berupa gelar karya dan simulasi pementasan mini oleh para peserta didik. Melalui program ini, MIN 3 Bantul terus meneguhkan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang holistik, berdampak nyata, dan berakar kuat pada nilai-nilai karakter bangsa. (Agassa)




