
Bantul (MIN 3 Bantul) — Sebagai wujud implementasi pelestarian nilai-nilai kearifan lokal (nguri-uri kabudayan Jawi), peserta didik kelas 1A Program Talenta MIN 3 Bantul melaksanakan pembelajaran kontekstual mata pelajaran Bahasa Jawa, Rabu (14/10). Pembelajaran berbasis aktivitas ini difokuskan pada pengenalan dan praktik langsung seni tembang dolanan anak tradisional.
Kegiatan yang diampu oleh Muslikhah, S.Pd.I., ini dirancang secara terpadu melalui metode experiential learning guna menumbuhkan kecerdasan kinestetik, afektif, dan linguistik peserta didik sejak fase fondasi. Sebanyak tiga repertoar tembang dolanan diperkenalkan dan dipraktikkan secara berkelompok, yakni Jamuran, Cublak-cublak Suweng, serta Gundul-gundul Pacul.
Muslikhah memaparkan bahwa pembelajaran tembang dolanan tidak sekadar melatih artikulasi vokal berbahasa Jawa, melainkan menginternalisasikan filosofi luhur di balik setiap bait dan gerakannya.
“Tembang dolanan memuat instrumen pedagogis yang sangat komprehensif. Melalui Jamuran dan Cublak-cublak Suweng, anak-anak belajar nilai sportivitas, kejujuran, dan solidaritas sosial. Sementara itu, tembang Gundul-gundul Pacul menginternalisasikan pesan kepemimpinan yang amanah, rendah hati, serta tanggung jawab moral,” tutur Muslikhah di sela-sela kegiatan.
Dalam pelaksanaannya, ruang kelas ditata menjadi arena interaktif yang memungkinkan siswa bergerak bebas sembari melantunkan tembang secara ritmis. Antusiasme tampak ketika para siswa bergantian membentuk lingkaran, menyelaraskan gerak motorik dengan tempo lagu, serta mematuhi aturan permainan secara disiplin.
Kepala MIN 3 Bantul turut mengapresiasi inovasi pembelajaran budaya di kelas awal tersebut. Pendekatan berbasis kearifan lokal ini dipandang strategis dalam membentengi identitas kultural generasi muda di tengah dinamika digitalisasi modern.
Melalui kegiatan ini, MIN 3 Bantul terus menegaskan komitmennya dalam menyelenggarakan pendidikan yang holistik—mengintegrasikan keunggulan akademis, penguatan karakter budi pekerti, dan dedikasi berkelanjutan terhadap pelestarian tradisi Nusantara. (Agassa)




