
Yogyakarta— Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) MIN 3 Bantul, Ahmad Agus Salim, berhasil melangkah ke babak Grand Final Anugerah Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta. Presentasi Ajang GTK berprestasi ini digelar pada Selasa (28/7/2026) mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, bertempat di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY.
Dalam perhelatan bergengsi tersebut, Ahmad Agus Salim mengusung gagasan inovatif bertajuk “Transformasi Guru Madrasah: Dari Pendidik Monomodal Menuju Pendidik Multimodal”. Gagasan ini menekankan pentingnya perubahan peran guru madrasah dalam era digital—dari yang semula hanya mengandalkan metode pengajaran satu arah (monomodal) menjadi pendidik yang mampu memanfaatkan berbagai media, teknologi, dan gaya belajar interaktif (multimodal) untuk menunjang pemahaman siswa.
Tantangan menarik muncul saat sesi uji gagasan di hadapan dewan juri. Ahmad Agus Salim diminta langsung oleh tim penilai untuk mempresentasikan karya serta menjawab pertanyaan-pertanyaan krusial menggunakan bahasa Inggris.
Meski mendapatkan tantangan tak terduga tersebut, Ahmad Agus Salim mampu menyampaikannya dengan lancar dan lugas. Kemampuannya memaparkan materi inovasi pembelajaran PAI dalam bahasa internasional menuai apresiasi dari para juri dan yang hadir.
Keikutsertaan Ahmad Agus Salim dalam Grand Final Anugerah GTK ini menjadi bukti nyata komitmen MIN 3 Bantul dan Kanwil Kemenag DIY dalam mendorong terciptanya pendidik madrasah yang adaptif, inovatif, serta berdaya saing global tanpa mengesampingkan nilai-nilai keagamaan. (Agassa)




