Dalam acara pelepasan siswa-siswi kelas 6 tersebut, tim beladiri MIN 3 Bantul secara khusus menyuguhkan demonstrasi seni beladiri Jeet Kune Do—aliran beladiri legendaris yang diciptakan oleh Bruce Lee.
Dengan gerakan yang cepat, tangkas, dan penuh konsentrasi, para siswa memperagakan kombinasi teknik pukulan, tendangan, hingga kuncian praktis di hadapan ratusan pasang mata yang terdiri dari jajaran guru, wali murid, dan tamu undangan.
Pelatih Ekstra Beladiri MIN 3 Bantul, Asep Eko Wibowo, mengungkapkan rasa bangganya atas penampilan anak-anak didiknya. Menurutnya, momentum Akhirussanah ini menjadi wadah yang tepat untuk menunjukkan hasil latihan keras para siswa selama ini.
“Anak-anak tampil dengan luar biasa hari ini. Jeet Kune Do bukan hanya soal fisik dan pertahanan diri, tetapi juga melatih mental, disiplin, dan kepercayaan diri mereka sejak dini. Tampil di depan publik seperti di GOR Guwosari ini adalah ujian mental yang bagus bagi mereka,” ujar Asep Eko Wibowo usai acara.
Penampilan seni beladiri ini berhasil menjadi salah satu highlight atau daya tarik utama dalam rangkaian Akhirussanah MIN 3 Bantul tahun ini. Selain sebagai hiburan, pertunjukan ini juga membuktikan bahwa MIN 3 Bantul tidak hanya fokus pada pencapaian akademik dan keagamaan, tetapi juga sangat mendukung pengembangan bakat, minat, serta ketangkasan fisik siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler.
Acara Akhirussanah sendiri berjalan dengan khidmat dan lancar, ditutup dengan prosesi wisuda serta doa bersama untuk kesuksesan para lulusan kelas 6 yang akan melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya. (Agassa)