Bantul (MIN 3 Bantul) – Menjelang pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik, Madrasah Ibtidaiyah Negeri  3 Bantul menyelenggarakan kegiatan ikhtiyar batin yang bermakna bagi para siswa dan orang tua. Kegiatan tersebut berupa Tadarusan Al-Qur’an bersama yang dilakukan dalam satu mushaf, bertempat di lingkungan sekolah.

Kegiatan yang dipandu oleh para guru Pendidikan Agama Islam (PAI) MIN 3 Bantul ini dirancang khusus untuk membangun keterikatan batin yang lebih kuat antara siswa dan orang tuanya. Melalui media Al-Qur’an, diharapkan suasana spiritual yang tercipta dapat menjadi bekal ketenangan batin bagi siswa sebelum menghadapi ujian akademik.

Salah satu momen yang paling menyentuh dalam kegiatan ini adalah cara orang tua mendampingi putra-putrinya membaca Al-Qur’an. Para orang tua tidak hanya mendampingi, tetapi secara aktif menggunakan duding (penunjuk bacaan) dari kertas untuk mengeja ayat demi ayat.

Metode yang menyerupai cara guru mengaji saat mengajari santri ini memberikan kesan kedekatan yang mendalam. Suasana kekeluargaan terasa kental saat orang tua dengan sabar membimbing anak-anak mereka, menciptakan momen belajar yang tidak hanya berorientasi pada nilai akademik, melainkan juga pada nilai keberkahan.

Guru PAI MIN 3 Bantul menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sekolah untuk menyeimbangkan ikhtiyar lahiriah dan batiniah.

“Kami percaya bahwa kesuksesan seorang siswa tidak hanya ditentukan dari belajar materi pelajaran, tetapi juga dari doa dan kedekatan batin antara anak dan orang tua. Dengan tadarus bersama, kami berharap hati para siswa menjadi lebih tenang, fokus, dan siap dalam mengikuti Tes Kemampuan Akademik mendatang,” ujar salah satu perwakilan guru PAI.

Kegiatan ini mendapat respon positif dari para orang tua dan siswa. Kehadiran orang tua di sekolah untuk mendampingi langsung anak-anak mereka dalam tadarus Al-Qur’an terbukti mampu meningkatkan kepercayaan diri siswa, sekaligus mempererat jalinan kasih sayang di antara keduanya.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, pihak MIN 3 Bantul berharap para siswa tidak hanya siap secara intelektual, tetapi juga memiliki keteguhan spiritual yang kuat dalam menyongsong masa depan. (Agassa)