Bantul – Menjelang penghujung tahun ajaran, MIN 3 Bantul mulai melakukan langkah strategis guna memastikan kualitas hafalan siswa kelas 6 tetap terjaga. Pada hari ini, jajaran guru Tahfidz menggelar Rapat Koordinasi Persiapan Ujian Akhir Tahfidz Lisan yang bertempat di ruang pertemuan madrasah.

​Rapat ini menjadi krusial karena Ujian Akhir Tahfidz merupakan tolok ukur keberhasilan program unggulan madrasah dalam mencetak generasi penghafal Al-Qur’an.

​Fokus Utama Koordinasi

​Dalam pertemuan tersebut, diskusi difokuskan pada tiga poin utama untuk menjamin objektivitas dan kelancaran ujian:

    1. Format dan Standar Penilaian: Para penguji menyepakati indikator penilaian yang komprehensif, meliputi fashohah (kelancaran), tajwid (ketepatan makhraj dan mad), serta adab saat membaca. Hal ini bertujuan agar setiap siswa mendapatkan penilaian yang adil dan terstandar.
    2. Teknis Pelaksanaan: Ujian akan dilaksanakan secara lisan (tasm’i) di hadapan tim penguji. Teknis pengambilan soal dilakukan melalui sistem undian maqra (titik bacaan) guna menguji kesiapan hafalan siswa secara acak.
    3. Target Capaian: Rapat juga mengevaluasi kesiapan mental siswa agar mereka tidak hanya mengejar nilai, tetapi juga memiliki kepercayaan diri saat melantunkan ayat suci.

​”Ujian ini bukan sekadar formalitas kelulusan, melainkan bentuk apresiasi atas dedikasi siswa dalam menjaga kalam Allah selama enam tahun di MIN 3 Bantul,” ujar Agus, salah satu koordinator keagamaan dalam forum tersebut.

​Harapan Kedepan

​Dengan adanya koordinasi yang matang ini, diharapkan pelaksanaan Ujian Akhir Tahfidz Lisan dapat berjalan khidmat dan menghasilkan lulusan yang memiliki kualitas hafalan yang mutqin (kuat).