
Bantul (MIN 3 Bantul) — Mengawali implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menggelar audiensi dan rapat koordinasi terpadu bersama pimpinan serta jajaran pendidik Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Bantul. Forum koordinasi strategis yang bertempat di lingkungan madrasah ini dihadiri langsung oleh Kepala Madrasah, didampingi perwakilan guru Fase B (guru kelas 3 dan 4), serta delegasi mahasiswa KKN UNY.
Pertemuan ini bertujuan untuk menyelaraskan arah kebijakan program kerja mahasiswa dengan kebutuhan riil madrasah, khususnya dalam mengakselerasi penguatan profil peserta didik dan revitalisasi ekosistem madrasah yang ramah lingkungan
Kepala MIN 3 Bantul dalam sambutan arahannya menyambut hangat kehadiran para mahasiswa seraya menekankan urgensi kolaborasi yang bersifat mutualisme edukatif. Menurutnya, program pengabdian mahasiswa di lingkungan satuan pendidikan dasar harus mampu menjadi katalisator inovasi pembelajaran sekaligus mendukung pembiasaan positif peserta didik.
“Kehadiran rekan-rekan mahasiswa UNY diharapkan tidak hanya sekadar menggugurkan kewajiban kurikuler perguruan tinggi, melainkan mampu menyuntikkan energi segar dan gagasan inovatif. Kami mendorong agar program kerja yang disusun betul-betul kontekstual, terintegrasi dengan budaya madrasah, serta memberikan impak nyata—khususnya dalam membangun kesadaran ekologis warga madrasah sejak dini,” tutur Kepala Madrasah.
Fokus pembahasan dalam rapat koordinasi tersebut mengerucut pada eksplorasi dan perumusan program kerja bertema lingkungan (environmental sustainability). Tim mahasiswa memaparkan sejumlah inisiasi program, mulai dari edukasi literasi lingkungan, optimalisasi pemilahan sampah terintegrasi, pemanfaatan daur ulang kreatif, hingga perintisan sudut hijau (green corner) madrasah yang aplikatif bagi jenjang sekolah dasar.
Keterlibatan aktif perwakilan guru Fase B (kelas 3 dan 4) menjadi komponen krusial dalam forum ini. Mengingat karakteristik peserta didik usia 8–10 tahun yang berada pada tahap operasional konkret, para guru memberikan telaah pedagogis agar program lingkungan yang dirancang dapat terintegrasi secara harmonis dengan capaian pembelajaran maupun Proyek Kokurikuler. Pendekatan yang ditawarkan menitikberatkan pada metode pembiasaan partisipatif, experiential learning, dan proyek aksi nyata yang menyenangkan.
Rapat koordinasi diakhiri dengan perumusan matriks jadwal implementasi, pembagian peran pendampingan guru pamong, serta komitmen bersama untuk mewujudkan MIN 3 Bantul sebagai madrasah yang asri, lestari, dan berwawasan ekoteologi. Sinergi ini diharapkan menjadi wahana belajar transformatif, baik bagi mahasiswa UNY dalam mengasah kompetensi sosial-profesionalnya, maupun bagi peserta didik dalam menumbuhkan kecintaan terhadap kelestarian alam sekitar. (agassa)




