
Bantul (MIN 3 Bantul) — Suasana ruang kelas MIN 3 Bantul terdengar semarak dan penuh tawa ceria pada Rabu (07/10/2026). Para siswa peserta kegiatan ekstrakurikuler Muhadlarah tampak antusias mengikuti sesi pelatihan public speaking dasar. Pada pertemuan kali ini, fokus pembelajaran diarahkan pada teknik menyampaikan pembukaan (muqaddimah) pidato secara kreatif dan memikat melalui bait-bait pantun.
Kegiatan yang diampu langsung oleh guru pembimbing Muhadlarah, Ahmad Agus Salim, ini bertujuan membongkar kesan kaku dalam berpidato di hadapan audiens. Pembukaan pidato dinilai sebagai momen paling krusial untuk menarik atensi pendengar sejak detik pertama.
“Kesan pertama audiens ditentukan pada 30 detik pertama saat kita berdiri di depan mimbar. Melalui pantun yang segar dan santun, siswa tidak hanya mampu mencairkan ketegangan diri sendiri, tetapi juga langsung mengikat perhatian teman-temannya,” ujar Ahmad Agus Salim di sela kegiatan.
Dalam sesi tersebut, siswa terlebih dahulu diperkenalkan pada struktur pantun empat baris dengan rima a-b-a-b yang bermuatan pesan islami, humor ringan, maupun motivasi belajar. Setelah mendapatkan contoh dan arahan intonasi, siswa dibagi ke dalam kelompok kecil untuk merangkai pantun pembuka versi mereka sendiri, lalu mempraktikkannya satu per satu di mimbar latihan.
Gelak tawa dan tepuk tangan spontan membahana ketika beberapa siswa tampil membawakan pantun kreasi mereka dengan gaya ekspresif:
Pergi ke pasar membeli kurma,
Kurma manis dari Madinah.
Salam terucap untuk semua,
Mari bersua di majelis berkah.
Antusiasme siswa terlihat jelas sepanjang sesi latihan. Banyak peserta yang mulanya canggung dan bersuara pelan perlahan berani menatap audiens serta menggunakan gestur tangan yang luwes saat membacakan pantun penarik perhatian.
Ekstrakurikuler Muhadlarah di MIN 3 Bantul merupakan salah satu wadah pembinaan karakter, literasi lisan, dan keberanian mental peserta didik. Diharapkan, melalui pembiasaan teknik berbicara yang komunikatif dan variatif ini, para tunas madrasah kian percaya diri saat tampil dalam forum resmi, lomba pidato keagamaan, maupun kultum harian. (Agassa)




