Pembelajaran berbasis multimedia ini dirancang guna mempermudah peserta didik memahami konsep tahapan pertumbuhan hewan dan tumbuhan—mulai dari metamorfosis sempurna kupu-kupu dan katak, hingga daur hidup tanpa metamorfosis. Melalui tayangan animasi berwarna dan video dokumenter singkat, siswa diajak mengamati secara langsung proses biologis yang sulit dilihat secara kasat mata di dalam kelas.
Sutinah, S.Pd.I., menjelaskan bahwa pemanfaatan proyektor sangat efektif dalam meningkatkan fokus dan daya ingat siswa fase B.
“Anak-anak di usia kelas 3 cenderung lebih cepat menangkap materi yang visual dan dinamis. Ketika mereka melihat animasi tahapan metamorfosis bergerak di layar, rasa ingin tahunya meningkat pesat dan pemahaman konsep menjadi jauh lebih kuat dibanding sekadar membaca teks,” ungkap Sutinah.
Setelah sesi pemutaran video, pembelajaran dilanjutkan dengan diskusi kelompok interaktif dan kuis tanya jawab seputar tahapan siklus hidup hewan. Siswa tampak aktif mengidentifikasi perbedaan tiap fase metamorfosis dan mempresentasikannya di depan kelas.
Melalui integrasi teknologi proyektor dalam kegiatan belajar mengajar, MIN 3 Bantul terus berkomitmen menciptakan suasana kelas yang aktif, kreatif, dan menyenangkan demi mendorong capaian literasi sains siswa sejak dini. (Agassa)