
Bantul – Suasana di halaman MIN 3 Bantul tampak lebih meriah dari biasanya pada hari ini. Puluhan siswa berkumpul dengan atribut lengkap untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Pramuka. Kali ini, fokus latihan bukan pada tali-temali atau sandi, melainkan pada pengasahan semangat melalui materi lagu-lagu Pramuka.
Lagu Sebagai Pemantik Kekompakan
Dibawah bimbingan Pembina Pramuka, Kakak Sutinah, para siswa diajak untuk mengenal dan menyanyikan berbagai lagu wajib kepramukaan serta yel-yel kreatif. Menurut Kak Sutinah, materi ini bukan sekadar bernyanyi bersama, melainkan instrumen penting untuk membangun ikatan emosional antaranggota regu.
“Lagu dalam Pramuka itu adalah nyawa. Selain sebagai penggerak semangat saat lelah, irama yang dinyanyikan bersama secara serempak akan otomatis melatih kekompakan dan kedisiplinan siswa,” ujar Kak Sutinah di sela-sela latihan.
Meriah dengan Yel-Yel Kreatif
Kegiatan diawali dengan pemanasan melalui lagu Hymne Pramuka yang khidmat, kemudian dilanjutkan dengan lagu-lagu bertempo cepat yang memicu keceriaan. Kak Sutinah juga memberikan tantangan kepada setiap regu untuk memodifikasi lirik lagu populer menjadi yel-yel khas regu mereka sendiri.
Para siswa terlihat sangat antusias. Tak jarang, gelak tawa pecah saat ada regu yang mencoba menampilkan gerakan tari unik sembari bernyanyi. Meski matahari cukup terik, semangat para penggalang dan siaga di MIN 3 Bantul ini tidak surut sedikit pun.
Manfaat di Balik Nada
Melalui materi ini, diharapkan siswa MIN 3 Bantul dapat:
-
Meningkatkan rasa percaya diri saat tampil di depan umum.
-
Mempererat solidaritas antaranggota tim.
-
Menghilangkan kejenuhan setelah seminggu penuh mengikuti pelajaran di kelas.
Dengan berakhirnya latihan hari ini, halaman sekolah kembali tenang, namun gema lagu-lagu semangat tadi seolah masih tertinggal, menjadi pengingat bahwa Pramuka adalah tempat di mana kedisiplinan dan kegembiraan bersatu padu. (Agassa)




