Bantul, 16 Maret 2025 – Madrasah Islam 3 Bantul kembali menggelar kegiatan inspiratif bagi para siswa dan masyarakat sekitar. Kali ini, dalam rangka meningkatkan minat baca serta memperkuat karakter budaya islami, madrasah menyelenggarakan Festival Literasi dan Budaya yang berlangsung meriah di halaman sekolah pada Sabtu (15/3).

Acara yang mengusung tema “Membaca Dunia, Menulis Peradaban” ini menghadirkan berbagai kegiatan menarik, mulai dari pameran buku, lomba menulis cerpen dan puisi, hingga pentas seni budaya Islam. Tak hanya itu, festival ini juga menjadi ajang kolaborasi antara siswa, guru, dan masyarakat dalam mengembangkan budaya literasi di lingkungan madrasah.

Pembukaan oleh Kepala Madrasah dan Pemateri Inspiratif

Festival ini dibuka secara resmi oleh Kepala Madrasah Islam 3 Bantul, Ustaz Ahmad Fauzi, M.Pd.I, yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya literasi bagi generasi muda.

“Di era digital ini, kita tidak hanya harus menjadi pembaca yang kritis, tetapi juga harus mampu menulis dan menyampaikan ide dengan baik. Literasi adalah jembatan menuju kemajuan umat,” ujar Ustaz Ahmad.

Tak hanya itu, festival ini juga menghadirkan pemateri inspiratif, yakni Siti Hanifah, S.Sos., seorang penulis dan pendidik yang aktif dalam gerakan literasi nasional. Dalam sesi diskusinya, Hanifah menekankan bahwa literasi tidak hanya sebatas membaca dan menulis, tetapi juga memahami, menganalisis, dan menciptakan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.

Lomba Menulis dan Pementasan Seni Islam

Salah satu bagian yang paling dinantikan dari festival ini adalah Lomba Menulis Cerpen dan Puisi Islami. Para peserta yang terdiri dari siswa kelas VII hingga IX sangat antusias dalam menuangkan ide dan imajinasi mereka dalam bentuk tulisan. Dewan juri yang terdiri dari guru Bahasa Indonesia dan praktisi literasi memilih tiga karya terbaik yang nantinya akan dipublikasikan dalam Buku Antologi Literasi MI3B.

Selain itu, Pentas Seni Islam juga menjadi magnet utama dalam festival ini. Berbagai pertunjukan seni seperti hadrah, drama islami, dan pembacaan puisi sukses memukau para hadirin. Salah satu penampilan yang paling mendapat apresiasi adalah drama yang mengangkat kisah inspiratif dari tokoh Islam, yakni Ibnu Sina, yang diperankan oleh siswa kelas VIII.

Pameran Buku dan Aksi Donasi

Festival ini juga dimeriahkan dengan Pameran Buku yang bekerja sama dengan beberapa penerbit lokal. Para siswa berkesempatan untuk mendapatkan buku berkualitas dengan harga terjangkau, sekaligus menambah koleksi bacaan mereka.

Menariknya, terdapat pula program Aksi Donasi Buku yang bertujuan untuk membantu sekolah-sekolah di daerah terpencil mendapatkan akses literasi yang lebih baik. Program ini mendapat sambutan positif dari para siswa dan guru yang dengan sukarela menyumbangkan buku bacaan mereka.

Penutupan dan Harapan ke Depan

Sebagai penutup, pihak madrasah berharap agar kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut setiap tahunnya. Ustazah Siti Rahmawati, M.Pd.I, selaku ketua panitia festival, menyampaikan harapannya agar budaya membaca dan menulis semakin melekat dalam kehidupan siswa.

“Kami ingin menjadikan literasi sebagai bagian dari gaya hidup di madrasah ini. Semoga kegiatan ini bisa menjadi langkah awal bagi siswa untuk lebih mencintai dunia membaca dan berkarya,” ungkapnya.

Dengan berakhirnya festival ini, Madrasah Islam 3 Bantul kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi yang literat dan berkarakter. Semoga semangat literasi yang telah menyala dalam festival ini dapat terus tumbuh dan berkembang di lingkungan madrasah dan masyarakat sekitar.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *