Kabid Pusdiklat Kementerian Agama RI Kunjungi MIN 3 Bantul

Bantul (MIN 3 Bantul). Peningkatan mutu dan kualitas pendidikan, khususnya di tingkat pendidikan dasar dan menengah yang berada di bawah naungan Kementeria Agama Republik Indonesia terus dipacu agar mendapatkan output generasi masa depan bangsa yang memiliki kompetensi dan karakter yang unggul. Salah satu program yang dilaksanakan adalah diklat atau pendidikan dan pelatihan terhadap para guru madrasah.

MIN 3 Bantul mendapat kunjungan dari bapak H. Asep Hadiat, SH., MH. Kepala pada Bidang Program dan Pengendalian Mutu Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama pada hari kamis, 11 November 2021. Kehadiran beliau dalam rangka untuk mengetahuai pengaruh atau dampak pelatihan yang dilaksanakan oleh pusdiklat terhadap kinerja alumni pelatihan dengan mengadakan Evaluasi Pasca PelatihanĀ  (EPP) melalui survey terbatas.

Tujuan dari kunjungan monev ini adalah untuk memantau sejauh mana kebermanfaatan dan tindak lanjut dari pelatihan yg diikuti oleh guru atau ASN, sekaligus menjaring saran atau aspirasi tentang hal-hal yg lebih dibutuhkan oleh para guru ke depan. Dalam saran pembinaannya, Asep menyatakan bahwa Guru ASN harus all out dalam membantu membangun prestasi madrasah, terlebih karena secara SDM ASN sekarang saat ini secara kognitif sangat bagus, tinggal memastikan karakternya agar selaras dengan tuntutan dan harapan yang diinginkan oleh pihak Kementerian Agama. Alumni Diklat wajib mendedikasikan hasil pendidikan dan pelatihannya kepada teman sejawat di madrasah, agar temanĀ² juga mendapatkan kemanfaatannya.

Hanik Nurul Hidayah, Kepala MIN 3 Bantul memanfaatkan kunjungan ini untuk berdiskusi dan sharing ide mengenai kiat-kiat memajukan madrasah, apalagi yang bertempat di kawasan pedesaan seperti MIN 3 Bantul. Beberapa konklusi yang didapatkan adalah bagaimana membuat role model dari kalangan guru dan siswa yang nantinya dapat menjadi inspirasi dan motivasi yang lain untuk dapat terus maju dan berkembang. Konsep studi banding, belajar dari institusi lain juga harus dilakukan dan pak kabid memberikan saran agar bisa belajar dari MIN 1 Malang yang dinilai memiliki banyak program untuk ditiru dan diadaptasikan demi kemajuan. (Agassa)